Padang, TRAGETINDO.Com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang pada Senin (16/2/2026) berdampak serius terhadap operasional Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum (AM) Kota Padang.
Sejumlah titik intake atau pintu pengambilan air baku dilaporkan terendam banjir dan dipenuhi material kiriman dari hulu sungai, sehingga proses produksi air bersih terganggu.
Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa arus sungai yang meluap menyebabkan barscreen atau alat penyaring material di bagian intake tersumbat.
“Derasnya arus sungai membawa lumpur, kayu, dan berbagai material lainnya hingga menyumbat barscreen. Akibatnya, suplai air baku ke instalasi pengolahan terhambat dan tidak bisa diproses seperti biasa,” kata Hendra dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, selain penyumbatan pada sistem penyaringan, beberapa lokasi intake juga belum dapat dijangkau petugas karena akses menuju titik tersebut terendam banjir dan berisiko membahayakan keselamatan.
“Untuk bisa kembali mengolah air, barscreen yang tersumbat harus dibersihkan terlebih dahulu. Namun, saat ini kondisi arus sungai masih sangat deras dan membahayakan, sehingga kami belum dapat melakukan penanganan langsung,” ujarnya
Tidak hanya persoalan teknis di lapangan, kualitas air baku yang masuk ke sistem pengola…
Perumda AM Padang saat ini terus memantau perkembangan kondisi sungai dan cuaca, sembari menyiapkan langkah penanganan darurat begitu situasi memungkinkan.
Selain itu katanya, perusahaan juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pemulihan operasional.
Hendra mengimbau masyarakat pelanggan untuk mengantisipasi gangguan distribusi dengan menampung air secukupnya sebagai cadangan kebutuhan rumah tangga.
“Kami meminta pelanggan untuk menyiapkan persediaan air sementara dan mengikuti informasi resmi dari Perumda terkait perkembangan terbaru. Kami berupaya maksimal agar layanan dapat kembali normal secepatnya,” tutupnya.




Discussion about this post