• REDAKSI
  • Kode Etik
  • Visi Misi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juni 10, 2026
Targetindo.com
  • BERANDA
  • HEADLINE
    • PARIWARA
      • situs slot gacor
    • TARGETINDO TV
  • PERISTIWA
  • INVESTIGASI
  • BABEL
  • SUMBAR
    • DPRD
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
    • JAMBI
      • ACEH
    • JAWA BARAT
      • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
      • KALIMANTAN
    • KEPULAUAN RIAU
      • LAMPUNG
    • RIAU
      • SULAWESI
        • bisawd
    • SUMSEL
      • SUMUT
        • Situs Slot Gacor
    • PAPUA
  • POLITIK
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HEADLINE
    • PARIWARA
      • situs slot gacor
    • TARGETINDO TV
  • PERISTIWA
  • INVESTIGASI
  • BABEL
  • SUMBAR
    • DPRD
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
    • JAMBI
      • ACEH
    • JAWA BARAT
      • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
      • KALIMANTAN
    • KEPULAUAN RIAU
      • LAMPUNG
    • RIAU
      • SULAWESI
        • bisawd
    • SUMSEL
      • SUMUT
        • Situs Slot Gacor
    • PAPUA
  • POLITIK
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
Targetindo.com
No Result
View All Result

Hadirnya Generasi Cerdas dan Ber-Akhlak, Kepemimpinan Ulama “Dibutuhkan”

Hadirnya Generasi Cerdas dan Ber-Akhlak, Kepemimpinan Ulama “Dibutuhkan”
2.5k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Target Indo – PADA masa jaya kerajaan-kerajaan Islam, peran ulama (Buya/ustad) sangatlah menonjol sebagai bagian dari pejabat elite. Fungsinya yakni memperkokoh kedudukan pemimpin yang duduk di singgasana.  Di Asia Tenggara apalagi Nusantara, hubungan erat raja dan ulama bukanlah hal yang aneh, contohnya di Kerajaan Samudera Pasai.

Gambaran jelas keberadaan ulama di tengah politik kerajaan muncul pada abad 16. Salah satunya Hamzah Fansuri, ulama Melayu Nusantara yang peninggalannya relatif lengkap, mencakup biografi dan karya keislaman. Selain itu, ulama terkemuka yang meninggalkan karya monumental antara lain Shamsuddin al-Sumaterani (1693), Nuruddin ar-Raniri (1658), Abdul Rau’f al-Sinkili (1693), dan Yusuf al-Makassari. Pada abad 18 muncul Abd. Samad al-Falimbani dan Syekh Daud al-Fatani.

Di bidang hukum, ulama memegang peran sentral membuat regulasi dalam menentukan kehidupan keagamaan umat. Pada tugas itu, ulama berkontribusi besar memberi legitimasi pada budaya politik serta bidang lainnya, sebut Buya Mahyuzil Rahmat, S.Ag.

“Karya intelektual para ulama menjadi sumber legitimasi bagi negeri ini. Rakyat tentu berharap, ulama dapat semakin berperan aktif dalam memberikan arahan pada kehidupan umat di berbagai aspek kehidupan, sekaligus memberikan panutan dan keteladanan. Bila ulama memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi serta akhlaqul karimah, maka umat secara keseluruhan tentulah akan menjadi baik”, paparnya.

Buya Mahyuzil Rahmat, S.Ag bersama Birokrat Muda Hendra Saputra, SH, M.Si

Sejarah telah menunjukkan, bahwa peranan sentral para ulama melawan penjajahan dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan adalah yang terdepan. Begitu juga ketika penjajah akan kembali lagi, para ulama di bawah kepemimpinan KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa. “Wajib hukumnya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tentunya akan terlalu banyak jika disebutkan satu per satu”, tutur Buya Mahyuzil.

Dilain Waktu, Sukhrawardi salah seorang pemerhati generasi millennial Kab. Solok kepada media, mengatakan, peranan ulama dalam mengawal perjalanan NKRI sehingga menuju “baldatun thayyibatun wa-rabbun ghafur”, sangatlah besar.

Ulama memiliki tanggung jawab tinggi untuk mengawal perjalanan umat dan negeri ini ke depan, dalam menuju baldatun thayyibatun wa-rabbun ghafur.

Kita jangan terfokus pada pembentukan lapangan pekerjaan saja. Tetapi kita juga harus terfokus pada pembentukan generasi yang cerdas, beriman dan berakhlak. Peran serta ulama untuk memimpin, mengontrol dan memberi masukan positif agar terciptanya generasi yang baik dan bertaqwa, sangat kita harapkan.

Perlunya merumuskan konsep pendidikan ke-agamaan yang lebih ideal, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi di suatu daerah, begitu penting.

Untuk di Kab. Solok ini, peran ulama (Buya/ustad) dinantikan banyak umat, masyarakat kabupaten secara keseluruhan. Tentunya dalam menghadirkan dunia pendidikan ke-agamaan yang ideal.

Baca juga :

Mahyuzil Rahmat, S.Ag  : Kemajuan Daerah Ditupang Oleh Kekuatan Karakter dan Akhlak Generasi

Kepemimpinan seorang Buya untuk memimpin negerinya terutama menyoal dunia pendidikan ilmu ke-agamaan serta bidang lainnya, adalah langkah tepat bagi rakyat telah mensupportnya, lanjut Sukhra Wardi memaparkan.

Dengan akan memasuki Pilkada 2020 tahun depan, rakyat secara keseluruhan disetiap negeri telah memahami, bahwa sosok ulama (Buya/ustad) dalam memimpin daerahnya “Dibutuhkan”.  Ulama mampu menciptakan generasi baik dan cerdas. Generasi yang beriman serta ber-ahklak akan menjadi tumbuh subur di disetiap daerah.

Begitu juga di Kab. Solok, masyarakat luas sudah memiliki sosok yang dicintai rakyat yakni Buya Mahyuzil Rahmat, S.Ag. Beliau adalah seorang Buya yang intelektual calon pemimpin masa depan daerah penghasil beras terbesar di Sumatera Barat ini. Selain cerdas, ia (Mahyuzil) merupakan figure kesayangan umat (masyarakat) Kab. Solok, umumnya.  Pada tingkat Internasional khususnya Negara-negara Islam, Buya Mahyuzil sudah cukup dikenal dekat oleh para Ulama-ulama besar.

Kita ketahui,  Tangan lembut seorang Ulama atau Buya dalam mengarahkan generasi millennial menjadi generasi yang cerdas dan ber-akhlak “Sangatlah Penting”. Sebab, wajib hukumnya bagi kita untuk menciptakan generasi yang ber-iman. Jadi, adalah PAS, figure seorang Buya merupakan pilihan tepat dalam memimpin sebuah negeri.  Celakalah, bila seorang pemimpin dikuasai oleh ambisi duniawi, sebab dia tidak akan mampu mengurus akhlak generasinya secara baik. (Mal/IKW RI)

Previous Post

Sambut Tour de Singkarak, ASN Bersihkan Lingkungan

Next Post

Demi Mengamankan 118 Km Rute TdS, Petugas Disebar

Next Post
Demi Mengamankan 118 Km Rute TdS, Petugas Disebar

Demi Mengamankan 118 Km Rute TdS, Petugas Disebar

Kita Harapkan Partisipasi Warga Untuk Goro Bersihkan Jalan , Bupati  Pimpin Gladi Resik Pengamanan TdS

Kita Harapkan Partisipasi Warga Untuk Goro Bersihkan Jalan , Bupati  Pimpin Gladi Resik Pengamanan TdS

Pemkab Dharmasraya Siapkan Puskesmas Layak Anak

Pemkab Dharmasraya Siapkan Puskesmas Layak Anak

Discussion about this post

  • REDAKSI
  • Kode Etik
  • Visi Misi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Email : [email protected]

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GROUP situs gacorslot gacorSlot MaxwinSlot777Link Slot Gacorsitus slot gacorSlot Terpercaya

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HEADLINE
    • PARIWARA
      • situs slot gacor
    • TARGETINDO TV
  • PERISTIWA
  • INVESTIGASI
  • BABEL
  • SUMBAR
    • DPRD
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
    • JAMBI
      • ACEH
    • JAWA BARAT
      • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
      • KALIMANTAN
    • KEPULAUAN RIAU
      • LAMPUNG
    • RIAU
      • SULAWESI
    • SUMSEL
      • SUMUT
    • PAPUA
  • POLITIK
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GROUP situs gacorslot gacorSlot MaxwinSlot777Link Slot Gacorsitus slot gacorSlot Terpercaya

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/