Dharmasraya, TI – Kunjungan kerja Presiden RI ke VII, Ir. H. Joko Widodo beserta Ibu Negara Ny. Hj. Iriana Jokowi plus sejumlah Menteri Kabinet Kerja ke Kabupaten Dharmasraya, Rabu (7/2/18) menyisakan kenangan mendalam bagi rakyat Kabupaten Dharmasraya. Bahkan di kalangan pejabat lokal di Dharmasraya, kedatangan mantan Walikota Solo itu masih menjadi buah bibir alias menjadi tranding topik. Sebagian warga menyebut orang Dharmasraya demam Jokowi.
Betapa tidak, para nitizen di kabupaten berjuluk petrodolar ini memenuhi akun facebooknya dengan gambar gambar lawatan Presiden Jokowi. Bahkan di group group WhatsApp juga menampilkan gambar Presiden Jokowi. Saking demamnya terhadap presiden yang diusung koalisi pimpinan PDI-P itu bahkan ada yang membawa serta famili dan keluarganga untuk poto bersama dengan Presiden Jokowi dan Ibunegara Iriana Jokowi.
Di alam nyata, banyak kedai minuman yang biasa menjadi tempat beropini bagi para politisi kelas teri mengapungkan isu kunjungan kerja Presiden Jokowi ke kabupaten berjuluk negeri Petrodolar. “Memang benar benar merakyat beliau, presiden kita itu. Pantaslah kalau banyak yang mendukungnya untuk dua periode,” ujar Sarifuddin, pengunjujung kadai kopi di sekitar Hotel Jakarta Pulau Punjung, tempat orang nomor wahid di republik ini menginap selama semalam.
Kedekatannya dengan rakyat bukan saja ditunjukkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu saat menyalami warga yang menyambut kedatangannya. Namun saat menginap di hotel kelas melati di bilangan Pulau Punjung, kepala negara juga memberi waktu kepada masyarakat untuk poto bersama. “Ada yang membawa 20 orang anggota keluarga, beliau layani juga berpoto,” imbuh Sarifuddin.
Untuk kebutuhan perut, presiden dan rombongan juga tidak memilih restoran besar yang harganya mahal. Jokowi dan para menterinya malah makan di rumah makan yang harga seporsi tak lebih dari Rp 20 ribu. Kesederhanaan dan kedekatannya dengan rakyat inilah yang dikesankan Jokowi selama di Dharmasraya.
Bagi Bupati Sutan Riska sendiri, kunjungan Presiden Jokowi menjadi berkah bagi Kabupaten Dharmasraya. Itulah sebabnya, bupati termuda di Indonesia itu rela berpanas panas untuk mengendalikan segala persiapan penyambutan presiden, mulai dari persiapan tempat, pengamanan, pengerahan massa, akomodasi dan koordinasi dengan instansi lain dilakukan dalam tempo dua hari saja. Tentu bukan merupakan pekerjaan mudah bagi siapapun yang jadi pemimpin di kabupaten ini.
Bupati Sutan Riska baru merasa lega, setelah memastikan Presiden Jokowi bisa meninggalkan Dharmasraya dengan aman dan lancar dan tentu saja bisa membawa segala macam aspirasi rakyat Dharmasraya. Kemudian rakyat Dharmasraya bisa melepas pemimpin mereka dengan senyum bahagia. Kini dan seminggu ke depan, rakyat Kabupaten Dharmasraya masih akan menjadikan kunjungan kerja Presiden Jokowi sebagai topik pembicaraan di dunia nyata dan di dunia maya.

Discussion about this post