Sumbar, TI – Pelestarikan budaya daerah terus digalakkan oleh Pemprov Sumbar. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan, hasil budaya baik lisan dan tulisan di Sumatera Barat (Sumbar) mesti terdokumentasikan dengan baik.
“Kita telah upayakan melakukan pendokumentasian pakaian tradisional, jurus silat, tarian, kuliner, pantun, dan benda-benda sejarah lainnya di Sumbar, ” ujar Irwan Prayitno saat menghadiri kegiatan Singkronisasi Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) di Padang, Rabu, (21/11/2018).
Menurutnya, pendokumentasian kebudayaan daerah tidak hanya sebagai upaya pelestarian semata, melainkan juga bisa dimanfaatkan untuk potensi ekonomi masyarakat setempat.
“Semuanya harus kita gali bersama-sama. Para wisatawan datang ke Pagaruyuang, Batusangkar bukan hanya untuk berwisata saja, tetapi juga untuk melihat kebudayaan Minangkabau,” sebutnya.
Lebih lanjut, ia juga menyebutkan bahwa ada salah seorang dari rombongan Dato ‘Seri Anwar bin Ibrahim yang datang ke Sumbar beberapa waktu lalu menyerahkan buku pantun-pantun Minangkabau tempo dulu yang diperoleh dari Belanda.
“Ternyata masih banyak hasil kebudayaan Minangkabau yang belum terdokumentasi dengan baik. Pasti banyak data dan benda-benda sejarah kita yang berada di Belanda. Ini nantinya juga harus kita data ke Belanda,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Gemala Ranti menyebutkan, kabupaten dan kota diminta untuk menyerahkan dokumen PPKD berisi tentang bahasa, manuskrip, adat istiadat, tradisi lisan, permainan tradisional, pakaian tradisional dan data lainnya.
“Melaui dokumen PPKD akan diketahui fokus kebudayaan masing-masing daerah. Apakah ke bahasa, literasi, munuskrip, pakaian daerah dan silek. Saat ini belum seluruh daerah yang bisa menyerahkan dokumen PPKD tersebut,” ungkapnya.


Discussion about this post