Targetindo.com, Padang ~ Harga cabai merah keriting (cabai keriting) masih tinggi di pasaran. Di salah satu pasar tradisional di Lubuk Begalung, Kota Padang, harga cabai keriting mencapai harga Rp 100 ribu pada Sabtu, (2/7/2022).
Harga tersebut membuat salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Tabing, Padang, Veronica (31) mengeluh. Harga cabai keriting Rp 100 ribu sudah sejak dua pekan terakhir ini.
“Ingin harga normal kembali ke Rp 40 ribu. Kalau terlalu murah juga kasihan petaninya,” Kata Veronica, Senin (4/7/2022).
Menurutnya, harga tersebut akan bertahan hingga Hari Raya Idul Adha nanti yang jatuh pada 10 Juli 2022 mendatang.
Diketahui, cabai keriting merupakan tanaman semusim. Menurut data Badang Pusat Statistik (BPS) Sumbar 2021, produksi cabai keriting mencapai 115.705,5 ton, jumlah ini berkurang dari tahun 2020 dengan jumlah 133.189,8 ton.
Sementara itu, jika dilihat ke daerah penghasil, Agam merupakan daerah penghasil cabai keriting terbanyak di Sumbar dengan jumlah 33.479,1 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 33.463,8 ton.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Solok dengan jumlah 25.997,4 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 32.774,5 ton.
Urutan ketiga yaitu Kabupaten Tanah Datar dengan jumlah 20.665 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 19.917,3 ton.
Urutan keempat ada Kabupaten Solok Selatan dengan jumlah 8.575,3 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 5.428,4 ton.
Posisi kelima ada Kabupaten Lima Puluh Kota dengan jumlah produksi 8.321,6 ton, jauh berkurang dibanding tahun 2020 sebanyak 19.818,7 ton.
Di daerah lain, sepeti Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 1 ton, semenenta pada tahun 2020 sebanyak 14 ton.
Pesisir Selatan sebanyak 5.513,2 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 5.505,5 ton. Kabupaten Sijunjung sebanyak 775,7 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 339,4 ton.
Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 1.681,8 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 1.667,7 ton. Kabupaten Pasaman sebanyak 762,4 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 575,9 ton.
Kabupaten Dharmasraya sebanyak 403 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 357,6 ton. Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 5.689,3 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 9.558,5 ton.
Kota Padang sebanyak 338,5 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 700,1 ton. Kota Solok sebanyak 185,3 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 75,5 ton.
Kota Sawahlunto sebanyak 1.071,9 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 724,8 ton. Kota Padang Panjang sebanyak 708,1 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 930,5 ton.
Kota Bukittinggi sebanyak 590,3 ton sementara pada tahun 2020 sebanyak 579,1 ton. Kota Payakumbuh dan Pariaman masing-masing sebanyak 884 dan 61,3 ton, sementara pada tahun 2020 sebanyak 664,7 dan 53,9 ton.
Jumlah tersebut di atas tertuang dalam Sumbar Dalam Angka 2022.




Discussion about this post