Padang, TI – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali menyabet penghargaan sebagai Provinsi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Terbaik 2017 untuk kawasan Sumatra.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kamis (26/7) di Hotel Grand Sahid, Jakarta kepada Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Nasrul Abit, sebagai Wakil Gubernur Sumbar.
Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, raihan TPID ini sudah berturut-turut diraih Pemprov Sumbar, dan ini merupakan bukti bahwa usaha Pengprov Sumbar dalam mengendalikan inflasi berhasil. Dan penghargaan ini akan terus menjadi motivasi ke depan bagi Pengprov Sumbar.
“Raihan penghargaan inj dapat menjadi motivasi ke depannya dalam meningkatkan kinerja bersama stakeholder terkait dalam pengendalian inflasi didaerah,” kata Gubernur Irwan Prayitno melalui rilis ya g diterima tribunpadang.com, Kamis (26/7/2018) malam.
Disebutkannya, Pengprov Sumbar dalam mengendalikan inflasi di daerah, lanjutnya, tidak luput dari dukungan semua pihak, baik itu Bupati/Walikota, Bulog, Bank Indonesia, serta stakeholder terkait. Bahkan dalam mengendalikan inflasi tetap terjaga, semua pihak terkait selalu melakukan pengawasan dari hulu ke hilir.
“Dari hulu ke hilir yang dimaksudnya, yakni agar tersedianya kebutuhan pangan kepada masyarakat di daerah dengan meningkatkan produksi pertanian. Kemudian, kelancaran trasnportasi juga diperhatikan agar distribusi tidak terganggu. Lalu, menjaga harga pasar tetap stabil, supaya tidak ada kenaikan harga yang melonjak,” ujarnya.
Selain itu, kata Irwan melanjutkan, upaya lain yang dilakukan dalam pengendalian inflasi di Sumbar, yakni dengan pengembangan usaha jaringan Minang Mart. Dimana, program Minang Mart yang digulirkan pada 2016 lalu, merupakan kerjasama kemitraan antara tiga BUMD di Sumbar dengan masyarakat pemilik toko ataupun kedai.
“Adanya Minang Mart ini diharapkan dapat mengendalikan inflasi di Sumbar. Apalagi, disetiap gerainya menjual kebutuhan pokok untuk masyarakat. Kebutuhan pokok yang diperoleh langsung dipasok dari petani yang ada di Sumbar, seperti beras, telur, cabe giling kering,” bebernya.
Selain kebutuhan pokok, sanbungnya di gerai Minang Mart juga disediakan produk dari UMKM dengan harga yang bersaing.
“Hingga 2017 kemarin, sudah terdapat 41 gerai Minang Mart yang tersebar dibeberapa daerah di Sumbar. Di antaranya, Padang, Solok, Pasaman, Sawahlunto, Padangpanjang, dan Padangpariaman,” imbuhnya.
Untuk diketahui, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi di Sumbar sepanjang 2017 memang berhasil dijaga di angka rendah. Perhitungan inflasi diwakili oleh dua kota yang disurvei BPS, yakni Kota Padang dan Kota Bukittinggi.
Hasilnya, laju inflasi tahun kalender untuk Kota Padang sebesar 2,11 dan Kota Bukittinggi sebesar 1,37 persen. Untuk Desember 2017, tingkat inflasi Kota Padang tercatat sebesar 0,72 persen dan Kota Bukittinggi 0,37 persen. Sehingga, secara provinsi, inflasi Sumbar sepanjang 2017 hanya 2,03 persen, lebih kecil dibanding inflasi nasional di angka 3,61 persen untuk 2017.
“Dengan capaian ini kita berharap tahun depan dapat mempertahankannya, dengan melakukan penilaian dan evaluasi secara rutin bersama stakeholder terkait di Sumbar. Kemudian, peninjauan ke lapangan memastikan harga tetap stabil sehingga inflasi tetap terkendali,” pungkas Irwan Prayitno.**


Discussion about this post