• REDAKSI
  • Kode Etik
  • Visi Misi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Oktober 30, 2026
Targetindo.com
  • BERANDA
  • HEADLINE
    • PARIWARA
      • situs slot gacor
    • TARGETINDO TV
  • PERISTIWA
  • INVESTIGASI
  • BABEL
  • SUMBAR
    • DPRD
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
    • JAMBI
      • ACEH
    • JAWA BARAT
      • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
      • KALIMANTAN
    • KEPULAUAN RIAU
      • LAMPUNG
    • RIAU
      • SULAWESI
        • bisawd
    • SUMSEL
      • SUMUT
        • Situs Slot Gacor
    • PAPUA
  • POLITIK
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HEADLINE
    • PARIWARA
      • situs slot gacor
    • TARGETINDO TV
  • PERISTIWA
  • INVESTIGASI
  • BABEL
  • SUMBAR
    • DPRD
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
    • JAMBI
      • ACEH
    • JAWA BARAT
      • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
      • KALIMANTAN
    • KEPULAUAN RIAU
      • LAMPUNG
    • RIAU
      • SULAWESI
        • bisawd
    • SUMSEL
      • SUMUT
        • Situs Slot Gacor
    • PAPUA
  • POLITIK
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
Targetindo.com
No Result
View All Result

Dikepemimpinan Trump, 227.000 Orang AS Dapat Pekerjaan Pada Januari

Dikepemimpinan Trump, 227.000 Orang AS Dapat Pekerjaan Pada Januari
2.5k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

New York, targetindo.com – Serapan tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) pada Januari 2016 mencapai 227.000 pasca pelantikan Donald Trump menjadi Presiden AS. Sebelumnya, di bulan Desember, serapan tenaga kerja di AS mencapai 157.000 orang.

Jumlah pengangguran di AS tadinya mengalami peningkatan hingga 4,8% dan mulai banyak orang AS mulai mencari pekerjaan lagi. Sehingga mampu mendorong semakin rendahnya jumlah pengangguran.

Ini merupakan laporan pertama yang dirilis di bawah kepemimpinan Trump. Namun, Departemen Ketenagakerjaan melakukan survei ini pada minggu kedua Januari saat Presiden Barack Obama masih di Gedung Putih.

Laporan ini sekaligus merepresentasikan ekonomi yang mulai beralih ke kepemimpinan Trump.

“Presiden Trump mewariskan ekonomi dengan harapan mampu menyerap seluruh tenaga kerja yang ada di AS, namun masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar Elise Gould, seorang ekonom di Institut Kebijakan Ekonomi seperti dilansir dari CNN, Minggu (5/2).

Pada sisi lain, laporan ini sekaligus menjadi perdebatan karena Presiden Trump pernah dijuluki sebagai ‘penipu’ dalam menampilkan data pengangguran. Para tenaga kerja dan berbagai pihak juga mengkritisi data tersebut.

Meskipun terjadi penyerapan tenaga kerja yang terbilang baik, Trump juga mewariskan masalah ketenagakerjaan di AS.

Tingkat setengah pengangguran alias orang yang bekerja tapi dianggap tidak mencukupi kebutuhannya, merupakan jumlah pengangguran ditambah dengan mereka yang bekerja paruh waktu.

Angka ini mengalami kenaikan di Januari menjadi 9,4% dari 9,2% pada bulan Desember.

Tetapi, angka tersebut cenderung turun dalam setahun terakhir. Namun, ada 5,8 juta orang AS yang bekerja paruh waktu namun menginginkan pekerjaan penuh waktu atau full time.

Kualitas dari pekerjaan adalah hal lain, misalnya AS menyerap lebih dari 76.000 tenaga kerja di ritel dan restoran pada Januari. Tenaga kerja di sektor ini cenderung mereka yang memiliki keterampilan rendah dan dibayar dengan upah yang rendah.

Di sisi lain, Ekonomi AS juga ternyata mengalami penguatan dengan meningkatnya upah. Sektor konstruksi menyumbang 36.000 tenaga kerja, jasa keuangan 32.000 tenaga kerja baru, dan layanan kesehatan ada 18.000 lapangan kerja baru.

Sementara itu, sektor manufaktur menyerap lebih banyak tenaga kerja di Januari. Beberapa orang melihat adanya harapan di bawah kepemimpinan Trump.

“Pekerjaan di sektor manufaktur akan mengalami lebih banyak permintaan. Sektor ini akan fokus kepada banyak pengerjaan,” tutur Edward Fleischman, CEO Grup ExecuSearch.

Hal ini juga sekaligus realisasi janji kampanye Trump untuk menciptakan 25 juta lapangan kerja baru dalam 10 tahun ke depan.

Banyak ekonom mengatakan, Trump akan ditantang untuk menyediakan lapangan kerja dengan tingkat pengangguran yang sudah rendah dan pertumbuhan ekonomi yang masih lambat.

Di sisi lain, rencananya untuk memotong pajak dan menghabiskan dana besar untuk pembangunan infrastruktur juga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.**

Previous Post

Empat Instansi Masuk Bidikan Tim Saber Pungli

Next Post

Prabowo Subianto: Bila Bicara Benar Tak Usah Takut Disadap

Next Post
Prabowo Subianto: Bila Bicara Benar Tak Usah Takut Disadap

Prabowo Subianto: Bila Bicara Benar Tak Usah Takut Disadap

Musrembang Lubeg, Banjir Jadi Prioritas Utama

Musrembang Lubeg, Banjir Jadi Prioritas Utama

Masalah Pangan Butuh Dukungan OPD

Masalah Pangan Butuh Dukungan OPD

Discussion about this post

  • REDAKSI
  • Kode Etik
  • Visi Misi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Email : [email protected]

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GROUP situs gacorslot gacorSlot MaxwinSlot777Link Slot Gacorsitus slot gacorSlot Terpercaya

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HEADLINE
    • PARIWARA
      • situs slot gacor
    • TARGETINDO TV
  • PERISTIWA
  • INVESTIGASI
  • BABEL
  • SUMBAR
    • DPRD
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
    • JAMBI
      • ACEH
    • JAWA BARAT
      • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
      • KALIMANTAN
    • KEPULAUAN RIAU
      • LAMPUNG
    • RIAU
      • SULAWESI
    • SUMSEL
      • SUMUT
    • PAPUA
  • POLITIK
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GROUP situs gacorslot gacorSlot MaxwinSlot777Link Slot Gacorsitus slot gacorSlot Terpercaya

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor