Halal Lifestyle, targetindo.com – Perang Bosnia yang terjadi tahun 1992 hingga 1995 meninggalkan luka mendalam. Kepedihan bukan hanya terjadi pada negara-negara Balkan, tetapi juga melukai umat Muslim yang menjadi target genosida.
Tak hanya itu, militer Serbia juga menghancurkan bangunan bersejarah sebagai bentuk teror aksi anti Islam seperti masjid Arnaudija. Masjid yang dibangun pada tahun 1594 itu dirancang oleh salah satu murid arsitek terkenal Utsmani, Mimar Sinan. Padahal, masjid dengan gaya arsitektur klasik Utsmani itu masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO.
Masjid Arnaudija merupakan masjid terbesar di wilayah Banja Luka, Sarajevo, masjid tersebut dihancurkan tentara Serbia pada tahun 1993.
Sisa-sisa bangunan masjid Arnaudija yang lebih dari 20 tahun terbengkalai akhirnya akan dibangun kembali dengan bantuan Badan Wakaf Republik Turki.
Dikutip dari Daily Sabah, (20/4/17). Senaid Zajimovic, Direktur Badan Wakaf Republik Turki menjelaskan pentingnya pembangunan kembali Masjid Arnaudija bagi hubungan Bosnia dan Turki.
“Sangat penting bagi kami untuk bekerja sama dengan Turki dalam memelihara peninggalan sejarah, budaya, dan hubungan kemanusian.” Kata Zajimovic
Dia menambahkan bahwa rekonstruksi masjid Arnaudija juga memberikan atmosfir positif di kota Banja Luka dan memperlihatkan tanda toleransi antar agama di Bosnia dan Herzegovina.
“Pembangunan kembali Masjid Arnaudija sangat penting bagi umat Islam dan umat agama lain yang ada di Bosnia. Masjid ini bisa menjadi simbol toleransi di Bosnia dan Herzegovina,” ujar Direktur Badan Wakaf ini.
Badan Wakaf Republik Turki yang dibentuk pada tahun 2011 merupakan organisasi yang mengurus dan melestarikan berbagai peninggalan Dinasti Utsmani di Bosnia dan Herzegovina.**

Discussion about this post