Padang, TARGETINDO.Com – Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Dirut Perumda) Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa pihaknya masih berupaya memperbaiki kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurut dia, sejumlah pekerjaan perbaikan masih berlangsung setelah bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 berdampak terhadap infrastruktur pengolahan dan distribusi air.
“Hingga saat ini kami masih berjibaku siang dan malam untuk memperbaiki kualitas pelayan kami pada pelanggan,” kata Hendra kepada awak media via pesan singkat.
Ia menjelaskan, bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 menyebabkan bagian intake Perumda Air Minum Kota Padang mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap proses pengolahan air karena instalasi harus mengolah air yang bercampur lumpur dan sedimen dengan tingkat kepekatan sangat tinggi.
“Pasca bencana hidrometrologi pada akhir tahun 2025 lalu, menyebabkan intake kami hancur dan pengolahan harus mengolah air yang bercampur lumpur atau sedimen yang sangat pekat,” ujarnya.
Menurut Hendra, dampak kerusakan tersebut belum sepenuhnya selesai ditangani. Perbaikan dilakukan secara bertahap, mulai dari intake, jaringan distribusi hingga berbagai infrastruktur pendukung lainnya.
Hendra mengatakan, proses pembenahan masih berlangsung dan ditargetkan terus dikerjakan hingga akhir tahun. Salah satu infrastruktur yang saat ini masih dikebut adalah accelator IPA Gunung Pengilun.
Perbaikan fasilitas tersebut dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) melalui Hutama Karya. Hendra berharap pekerjaan itu dapat rampung dalam waktu sekitar satu bulan sehingga distribusi air kepada pelanggan dapat kembali normal.
“Proses perbaikan-perbaikan di intake, jaringan distribusi dan infrastruktur lainnya masih berlangsung hingga akhir tahun. Termasuk Accelerator IPA Gunung Pangilun masih dikebut oleh Kementerian PU melalui Hutama Karya dan kami berharap satu bulan ke depan perbaikan tersebut telah selesai dan pendistribusian air akan normal seperti sediakala,” katanya.

Discussion about this post