• REDAKSI
  • Kode Etik
  • Visi Misi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Juni 10, 2026
Targetindo.com
  • BERANDA
  • HEADLINE
    • PARIWARA
      • situs slot gacor
    • TARGETINDO TV
  • PERISTIWA
  • INVESTIGASI
  • BABEL
  • SUMBAR
    • DPRD
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
    • JAMBI
      • ACEH
    • JAWA BARAT
      • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
      • KALIMANTAN
    • KEPULAUAN RIAU
      • LAMPUNG
    • RIAU
      • SULAWESI
        • bisawd
    • SUMSEL
      • SUMUT
        • Situs Slot Gacor
    • PAPUA
  • POLITIK
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HEADLINE
    • PARIWARA
      • situs slot gacor
    • TARGETINDO TV
  • PERISTIWA
  • INVESTIGASI
  • BABEL
  • SUMBAR
    • DPRD
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
    • JAMBI
      • ACEH
    • JAWA BARAT
      • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
      • KALIMANTAN
    • KEPULAUAN RIAU
      • LAMPUNG
    • RIAU
      • SULAWESI
        • bisawd
    • SUMSEL
      • SUMUT
        • Situs Slot Gacor
    • PAPUA
  • POLITIK
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL
No Result
View All Result
Targetindo.com
No Result
View All Result

Agama Bola

Agama Bola
2.5k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

By :  Dr. Emeraldy Chatra

Hampir setiap pertandingan bola tingkat internasional (World Cup) maupun kawasan (seperti Liga Eropa) saya muncul dengan kata kunci: agama bola. Saya tulis kata itu di media sosial, terutama Facebook. Saya seperti melawan arus dan kegilaan masa.

Setiap kali kata kunci agama bola saya munculkan respon ‘like’ yang saya peroleh biasanya sedikit saja. Artinya banyak yang tidak suka. Mungkin karena merasa kegilaan penggemar pertandingan bola diserang, atau mungkin tidak setuju kata agama disandingkan kata bola.

Saya menulis tentang agama bola semata karena melihat bahaya di balik pertandingan bola. Bukan karena alasan pribadi, misalnya karena saya tidak suka main bola. Bagi saya main bola itu tetap hanya olah raga. Ia akan menyehatkan kalau dimainkan sendiri. Tidak ada orang sehat karena menonton pertandingan bola.

Di Eropa kecintaan kepada sepak bola sudah melewati kecintaan kepada gereja. Jutaan orang tidak pernah ke gereja, tapi sebaliknya jutaan orang sangat bernafsu mendatangi stadion untuk menyaksikan klub kesayangan atau favoritnya bertanding. Sebagian dari mereka seperti mengalami kesurupan.

Kunjungan ke stadion tidak semata menyaksikan pertandingan. Banyak sekali yang terlibat dalam perjudian yang diselenggarakan secara legal mengiringi pertandingan. Bola dan judi menjadi dua domain yang tak terpisahkan.

Saya membuat istilah agama bola karena sepak bola benar-benar sudah dicintai seperti orang mencintai agama. Umat bola rela menempuh perjalanan beratus kilometer dengan karavan untuk menyaksikan pertandingan klub kesayangan sekaligus mengadu peruntungan dari perjudian. Semua tentu dengan menguras kucek sendiri.

Mereka pun fanatik terhadap klub-klub tertentu. Mereka mengalami ekstase kesenangan ketika klub kesayangannya menang, dan menangis ketika klub itu kalah.

Pertandingan akbar kelas internasional maupun regional sama dengan hari raya agama-agama yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Kehadiran pertandingan itu lebih dinantikan ketimbang natal atau paskah. Mungkin juga lebih ditunggu daripada Hari Raya Idul Fitri. Wallahu’alam.

Pertandingan-pertandingan itu melahirkan sejumlah nabi-nabi sepak bola baru. Dulu ada nabi Pele, Franz Beckenbauer, Gerd Muller, Lothar Matthaus, Mario Kempes, Maradona, Rinaldo, Ronaldinho, Francesco Totti, Marco Van Basten. Sekarang ini ada nabi-nabi bola baru seperti Cristiano Rinaldo, Messi, dan Salah. Semua dielu-elukan umat bola bak nabi dalam agama-agama langit.

Bagi umat Islam agama bola ini ancaman yang serius. Ketika sebuah objek lebih menyita pikiran dan perhatian orang melebihi yang diberikan kepada tuhannya, berarti mereka sudah menghadirkan tuhan-tuhan tandingan. Kehadiran tuhan tandingan menandakan kesyirikan.

Di Indonesia pertandingan bola kadang lebih penting daripada shalat. Pertandingan dimulai pukul 7 malam, penonton sudah masuk sejak pukul 5 sore. Kapan umat-umat bola itu shalat Magrib?

Agama bola adalah agama sekuler, ciptaan manusia, yang tidak disadari telah jadi alat untuk merenggut umat agama langit. Kebanyakan umat bola berdalih hanya sekedar mencari hiburan. Tapi motif tersembunyi di balik sepak bola tidak banyak dipahami, sehingga sedikit sekali pandangan kritis yang muncul ke permukaan. Kebanyakan orang telah tenggelam dalam arus eforia pertandingan yang diliput berbagai stasiun televisi.

 

Previous Post

Bagian Dari Promosi Wisata, Dharmasraya Tuan Rumah Kejuaraan Paralayang Internasional

Next Post

Masalah Berat Lulusan Perguruan Tinggi

Next Post
Masalah Berat Lulusan Perguruan Tinggi

Masalah Berat Lulusan Perguruan Tinggi

Terkumpul Hingga Rp 219 Juta Kurang Dari 3 Hari, Prabowo Galang Donasi

Terkumpul Hingga Rp 219 Juta Kurang Dari 3 Hari, Prabowo Galang Donasi

Berlangsung Sejak 22 Juni, Kejuaraan Internasional Paralayang TROI Seri I Tahun 2018 Resmi Ditutup

Berlangsung Sejak 22 Juni, Kejuaraan Internasional Paralayang TROI Seri I Tahun 2018 Resmi Ditutup

Discussion about this post

  • REDAKSI
  • Kode Etik
  • Visi Misi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Email : [email protected]

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GROUP situs gacorslot gacorSlot MaxwinSlot777Link Slot Gacorsitus slot gacorSlot Terpercaya

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • HEADLINE
    • PARIWARA
      • situs slot gacor
    • TARGETINDO TV
  • PERISTIWA
  • INVESTIGASI
  • BABEL
  • SUMBAR
    • DPRD
  • INTERNASIONAL
  • LAINNYA
    • JAMBI
      • ACEH
    • JAWA BARAT
      • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
      • KALIMANTAN
    • KEPULAUAN RIAU
      • LAMPUNG
    • RIAU
      • SULAWESI
    • SUMSEL
      • SUMUT
    • PAPUA
  • POLITIK
  • OPINI
  • HUKUM & KRIMINAL

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GROUP situs gacorslot gacorSlot MaxwinSlot777Link Slot Gacorsitus slot gacorSlot Terpercaya

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/