Sijunjung, TI – Bagi Arrival Boy, konflik Partai Golkar yang melibatkan dirinya cukup melelahkan dan menguras konsentrasinya. Baginya, konflik yang mempertaruhkan jabatannya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sijunjung adalah sebuah perjuangan untuk menegakkan partai Golkar dari rongrongan tangan tangan jahat yang menghancurkan partai dari dalam.
“Partai ini milik orang banyak, jadi segala sesuatu harus dimusyawarahkan. Tidak bisa otoriter, karena akan melemahkan partisipasi anggota dalam membesarkan partai. Malah bisa bisa justeru menjadikan partai pecah dan hancur. Nah gaya seperti itu yang kita lawan, karena kita semua menyayangi partai ini. Kita semua turut membesarkan partai ini dan kita semua peduli dengan partai ini,” kata Wakil Bupati Sijunjung itu kepada salah satu media.
Pola kepemimpinan otoriter ini, kata Arrival Boy, sangat membahayakan kelangsungan perjuangan partai di Sumatera Barat. Sebab, akar budaya Sumatera Barat ini adalah musyawarah dan mufakat. Jika mendapati organisasi dipimpin secara otoriter, maka justeru membahayakan organisasi itu sendiri. Karenanya perlu perjuangan untuk melawan otoritarian yang terjadi di tubuh Golkar Sumatera Barat.
“Kader kader partai yang hebat kini dilengserkan. Di saat semua anggota giat membangun kemenangan Golkar untuk Pemilu 2019, malah ada pula yang ditusuk dari belakang. Ini namanya menciderai perjuangan. Jangan sampai ada kader Golkar yang melakukan penusukan terhadap kadernya sendiri di saat saat partai membutuhkan perhatian kita untuk bisa menang pada Pemilu 2019 mendatang,” papar aktivis reformasi Sijunjung ini.
Kendati telah dianiaya oleh teman sendiri, Namun Arrival Boy tetap menyerukan kepada segenap kader dan simpatisan Partai Golkar Sijunjung serta kader dan pengurus DPD II se Sumatera Barat untuk bisa menahan diri dan tetap bersikap tenang. Karena, kasus yang menimpa DPD II Partai Golkar Sijunjung sudah dibawa ke jenjang DPP. “Biarlah DPP yang menyelessikan dan kita di bawah tetap harus terus berjuang guna memenangkan partai Golkar pada Pemilu mendatang sesuai target.

Discussion about this post