Padang, TI – Sejak menjabat sebagai Gubernur Sumbar di tahun 2010 silam, Irwan Prayitno ternyata sudah melakukan belasan kali perjalanan ke luar negeri (LN). Berangkat bersama pejabat terkait, tercatat 16 kali ia melanglang buana ke LN.
Sebagian besar, perjalanan tersebut terbungkus dalam upaya menggaet investor untuk mengembangkan potensi daerah Sumbar. Potensi wisata dan energi terbarukan menjadi potensi yang paling sering ia jual.
Di tahun awal menjabat, ia bahkan sudah bertolak ke Jepang dan Jerman. Saat itu, keberangkatannya ke Jerman sempat menuai kritik tajam karena pada saat bersamaan, Sumbar dalam hal ini Mentawai tengah dilanda musibah tsunami tahun 2010.
Setiap tahun, nyaris dua kali politisi PKS ini melenggang ke mancanegara. Puncaknya, adalah tahun 2017 silam dimana ia berkunjung hingga tujuh kali sepanjang tahun tersebut. (lihat grafis) Kendati banyak suara miring yang menyoroti kepergiannya ke negeri orang itu, Irwan tetap bersikukuh.
Gubernur mengakui dalam beberapa waktu terakhir ia kerap melakukan perjalanan luar negeri. Namun ia menegaskan perjalanan tersebut dilakukan dalam rangka mempromosikan dan mengundang investor untuk menanamkan modalnya di Sumatera Barat.
Ditambahnya, agar setiap perjalanan luar negeri yang ia lakukan dibuatkan laporannya agar perjalanan terkait dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya sendiri, sebelum saya sampai Jakarta, laporan saya sudah sampai ke Kemendagri. Kalau mau lihat perjalanan saya, lihat FB saya, saya laporin semuanya ke publik itu. Jangan tidak ada laporan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menyarankan bagi kepala daerah yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri agar memaksimalkan hari kunjungannya dengan mengikuti banyak acara yang bermanfaat bagi daerah masing-masing. “Kalau bisa, sehari itu 5 acara dihadiri. Jangan cuma satu,” terangnya.
Soal rencana menggaet investor asing itu, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Firwan Tan mengingatkan pemerintah provinsi lebih ketat menyaring calon investor yang akan mengembangkan bisnis di Sumbar.
Menurutnya, pemprov tidak boleh terlena pada tampilan luar calon investor asing. Sebab, banyak investor yang berpenampilan menipu datang ke Indonesia, dan menangguk berbagai keuntungan dengan segala kemudahan yang diberikan oleh pemerintah. Karenanya, ia mengingatkan kembali soal grand design dan roadmap investasi di Sumbar agar kelak bisa memberi nilai tambah untuk Sumbar.
“Jadi jangan lagi kita tertipu. Kita berkunjung ke luar negeri, bertemu dengan mereka, lalu ngobrol. Mereka masuk bebas dengan kemudahan-kemudahan. Sehingga bisa pinjam uang di sini, padahal di Negara mereka mereka kacung. Tapi kita bilang asal orang luar, itu pasti ada duitnya,” tukasnya.
Idealnya, terang Firwan, setiap investor asing yang masuk ke daerah harus bermitra dengan pengusaha lokal. Sehingga saat investor mendapatkan untung, masyarakat Sumbar pun mendapatkan keuntungan, sekaligus ilmu pengetahuan, dan aset. Sehingga, di masa yang akan datang bisa menjadi mandiri.
Sumber: Harian Haluan

Discussion about this post