Padang, TI – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar XV bukan hanya ajang serimunial belaka, tapi benar-benar dijadikan ajang untuk mencetak atlet yang akan dipersiapkan ke iven nesional salah satunya untuk PON 2020 di Papua.
Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat berdiskusi dengan wartawan olahraga Sumbar di ruangannya, kemarin (15/3).
“Porprov ini harus dijadikan wadah untuk mecetak atlet. Bila banyak atlet lahir tentu prestasi olahraga Sumbar bisa meningkat, termasuk bisa berprestasi di Papua nanti, baik itu dari segi raihan medali ataupun peringkat,” jelas Nasrul Abit.
Katanya, tantangan yang akan dihadapi Sumbar pada 2020 nanti bakal lebih berat dari PON sebelumnya. Selain harus bersaing dengan provinsi lain, hal lain adalah jauhnya jarak yang harus ditempuh kontingen untuk tampil pada multi iven terbesar tanah air ini. Dengan konidi ini, tentu dana yang akan diperlukan untuk memberangkatkan atlet akan ikut membengkak.
“Kontingen Sumbar yang dikirim haruslah atlet-atlet yang memang bisa disandingkan dengan atlet-atlet nasional. Jadi kita tidak bisa kuantitas tapi harus kualitas,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Nasrul Abit menghimbau kepada seluruh cabor untuk benar-benar melakukan pembinaan atlet dengan benar. Atlet yang memang memiliki potensi harus dibina dan Porprov disebutnya sebagai ajang tepat untuk mencari talenta-talenta terbaik Sumbar untuk PON.
“Usai Porprov harus dilakukan pembinaan dengan benar, atlet-atlet berpotensi itu akan di kirim ke Porwil ataupun Kejurnas Pra-PON. Dan di sini harus dipastikan, hanya tiga atau paling banyak empat atlet terbaik saja yang dikirim untuk PON nanti,” tegasnya.

Discussion about this post